www.ranaipos.com – Batam : Peristiwa kebakaran kembali mengguncang kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard di Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Kapal Federal II dilaporkan terbakar hebat, Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 04.25 WIB, disertai beberapa kali ledakan yang mengguncang area sekitar.
Kebakaran yang terjadi di waktu dini hari itu membuat suasana panik di kalangan para pekerja yang sedang bertugas. Api dengan cepat membesar dari bagian tengah kapal, memunculkan suara ledakan beruntun yang diduga berasal dari tangki bahan bakar. Sejumlah pekerja berhamburan keluar dari area dok untuk menyelamatkan diri.
“Saat itu kami sedang mulai kerja pagi, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari dalam kapal. Api langsung membesar, semua orang lari ke luar. Beberapa teman tidak sempat keluar,” ujar salah seorang pekerja yang berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Menurut informasi di lapangan, peristiwa ini merupakan kebakaran kedua yang menimpa kapal Federal II pada tahun 2025. Insiden pertama terjadi pada Juni lalu di lokasi yang sama dan menewaskan empat orang pekerja.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT ASL Shipyard maupun aparat berwenang mengenai penyebab pasti kebakaran serta jumlah korban terbaru. Namun, laporan sementara menyebutkan beberapa pekerja mengalami luka bakar dan sesak napas akibat menghirup asap tebal. Beberapa di antaranya bahkan ditemukan tidak sadarkan diri saat proses evakuasi berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Kota Batam bersama tim internal PT ASL Shipyard telah dikerahkan untuk memadamkan api. Hingga pukul 07.00 WIB, api masih tampak membara di beberapa bagian kapal, dan proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah ledakan susulan.
Peristiwa ini kembali menimbulkan pertanyaan serius terkait standar keselamatan kerja di kawasan industri galangan kapal, terutama mengingat kejadian serupa sebelumnya yang menelan korban jiwa. Warga sekitar berharap pihak berwenang segera melakukan investigasi menyeluruh agar peristiwa seperti ini tidak kembali terulang lagi.





Komentar