www.ranaipos.com – Anambas : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Rapat Kerja bersama pengurus dan anggota pada Jumat, 12 September 2025, bertempat di RM. Siantanur Tarempa. Rapat tersebut membahas agenda kerja tahun 2025 serta sejumlah isu penting yang dihadapi pemerintahan desa di Anambas.

Rapat dihadiri oleh Ketua DPC APDESI Aryadi yang juga Kepala Desa Mubur, Sekretaris APDESI Babandi yang merupakan Kepala Desa Batu Belah, beserta jajaran KSB dan anggota. Sebanyak 23 perwakilan desa dari total 52 desa di Anambas hadir mengikuti rapat kerja ini.
Dalam rapat, salah satu topik utama yang dibahas adalah penurunan alokasi Dana Desa yang diterima Kabupaten Kepulauan Anambas dari pemerintah pusat. Berdasarkan laporan APDESI, alokasi Dana Desa yang awalnya sebesar Rp66 miliar mengalami penurunan menjadi Rp63 miliar, dan pada perubahan APBD kembali turun menjadi Rp.59 miliar.
“Penurunan transfer pusat ke daerah ini tentu sangat berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan desa. Ada kegiatan-kegiatan yang harus dikurangi, baik dari sisi tunjangan, penghasilan tetap kepala desa, hingga pengurangan beberapa program desa,” ungkap Ketua DPC APDESI Aryadi.
Ia mencontohkan, tahun ini program Desa Siaga dilebur ke dalam Posyandu ULP sebagai upaya penghematan anggaran desa. Namun, pihaknya menegaskan bahwa APDESI akan segera melakukan audiensi dengan Bupati Anambas setelah kembali dari dinas luar untuk meminta pemerintah daerah meningkatkan persentase alokasi dana desa.
“Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 sudah mengamanatkan alokasi minimal 10 persen. Kami meminta agar pemerintah daerah bisa menaikkannya menjadi 12 persen agar desa tetap bisa melaksanakan kegiatan prioritas,” tegas Aryadi.
Selain membahas Dana Desa, rapat juga mengevaluasi Program Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini, 52 desa di Anambas telah membentuk Koperasi, namun masih menghadapi kendala operasional karena KIPDes belum memiliki anggaran. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, desa diminta membantu operasional koperasi tersebut.
Sekretaris APDESI Babandi menambahkan, rapat kerja ini bertujuan untuk menampung aspirasi seluruh anggota APDESI serta mengevaluasi kinerja kepengurusan.
“Kami berkomitmen menampung seluruh usulan dari anggota, mengevaluasi permasalahan yang ada di desa, dan menjembatani penyelesaian masalah kepada pihak terkait. Termasuk jika ada persoalan hukum yang terjadi di desa,” ujarnya.
Rapat kerja ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar anggota, tetapi juga sarana menyaring aspirasi dan menyatukan langkah agar pengelolaan dana desa di Anambas berjalan lebih baik dan merata,*(Heri).





Komentar