Natuna _ www.ranaipos.com : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna kembali menorehkan prestasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah perbatasan dengan melahirkan para doktor dari kalangan dosen dan civitas akademika. Pencapaian ini dirayakan dalam acara Tasyakuran dan Ekspose Hasil Program Doktoral, yang digelar di Kampus STAI Natuna, Rabu (20/8) malam.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini memiliki jejak sejarah tersendiri.
“Lahirnya para doktor ini diawali dari terpilihnya Natuna sebagai lokasi karantina Covid-19 WNI dari Wuhan. Dari peristiwa tersebut, Menko PMK Prof. Muhadjir Effendy memberikan tawaran kerja sama untuk peningkatan mutu SDM, salah satunya dengan memberikan dispensasi SPP 50% bagi civitas akademika STAI Natuna yang melanjutkan studi S2 maupun S3 di Universitas Muhammadiyah Malang dengan system Blended Learning,” ungkapnya.
Momentum tersebut membuka jalan bagi para dosen STAI Natuna untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tercatat, kala itu 10 orang dosen mendaftar program doktoral (S3), dan hingga kini 6 orang telah berhasil menyelesaikan studinya, yaitu:
1. Dr. H. Umar Natuna, M.Pd.I (Pendidikan Agama Islam, dengan judul disertasi “Transformasi Kelembagaan Pendidikan Agama Islam di Natuna )
2. Dr. Amirudin, MPA (Sosiologi, dengan judul disertasi: Nasionalisme Masyarakat Perbatasan: Studi Fenomenologi terhadap Masyarakat Natuna)
3. Dr. Syahidin, MA, MH (Pendidikan Agama Islam, dengan Judul disertasi “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di SMA Negeri 1 Bunguran Timur)
4. Dr. Kamarudin, M.M., M.Si (Pendidikan Agama Islam, dengan judul disertasi “Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 010 Kampung Terpencil Kabupaten Natuna”)
5. Dr. Asmara Juana Suhardi, M.Si (Sosiologi, dengan judul disertasi : Pengaruh Politik Dalam Birokrasi, Rasionalitas Sekeksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama)
6. Dr. H. Tirtayasa, M.A (Pendidikan Agama Islam, dengan judul disertasi “Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Berbasis Budaya Lokal (Studi Etnografi terhadap Tradisi Maulid pada Masyarakat Kecamatan Pulau Tiga Barat Kabupaten Natuna”.
Selain itu, pada jenjang magister juga tercatat capaian gemilang, yakni: 10 orang dosen menempuh Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), dan semuanya telah dinyatakan lulus yakni Hasmiza, M.Pd, Lizawati, M.Pd, S. Ali Syahroni, M.Pd, Raja Marzuni, M.Pd, Ferri Irawan, M.Pd, Mustaqim, M.Pd, Waslun, M.Pd, Ibnopita, M.Pd, M. Arif, M.Pd, dan Anasri, M.Pd. Sementara itu ada 4 orang menempuh Magister Bahasa Inggris, 3 di antaranya telah lulus yakni Syukron Katsir, M.Pd, Sugeng Boedi Utomo, M.Pd, dan Nilwanto, M.Pd. Ada juga 6 orang pengelola staff menempuh Magister Manajemen, 4 di antaranya telah lulus yakni Emil Samara, M.M, Rudini, MM, Dahlia, MM dan Ria Resti Fauzi, MM. Serta Satu orang jurusan magister Hukum, telah lulus atas nama Reni Triana Sari, MH.
“Program kuliah ini masih ada, dan saya telah ditugaskan oleh Dosen dan Direktorat Pasca UMM untuk merekrut Bapak Ibu semua atau siapa saja yang berminat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 dan S3 dengan system yang sama yakni blended learning. Jadi siapa saja yang berminat silakan mendaftar mulai mala mini juga”, pungkas Dr. Umar Natuna mengakhiri sambutannya.
Pada kesempatan ini pula, masing-masing doktor juga memaparkan hasil penelitian disertasinya secara bergantian. Hal ini menjadi wujud kontribusi akademik sekaligus inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Sebagai penutup, acara ini juga melahirkan sebuah inisiatif strategis penting, yaitu deklarasi pembentukan Natuna Strategic Research Center (NSRC) oleh para doktor STAI Natuna. Pusat riset ini diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, khususnya dalam memperkuat ketahanan, kedaulatan, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan perbatasan.
Acara tasyakuran ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, unsur Dinas Kominfo Natuna, tokoh masyarakat, dosen dan pengelola STAI Natuna, mahasiswa, alumni, serta undangan lainnya.
Kehadiran para doktor baru ini menegaskan komitmen STAI Natuna untuk terus menghadirkan SDM unggul, yang tidak hanya berkontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam, tetapi juga memperkuat posisi Natuna sebagai kawasan strategis nasional di perbatasan Indonesia.*(rapi)





Komentar