www.ranaipos.com – Anambas : Pada Minggu pagi (17/8/2025) tepatnya di lapangan Bola Kelurahan Letung, Jemaja,, dipenuhi suasana khidmat saat Sang Merah Putih dikibarkan di langit cerah Jemaja. Sinar matahari yang hangat menemani ratusan peserta upacara berdiri tegap menyaksikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Prosesi berlangsung tertib, sarat makna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir.

Pelaksana Tugas Camat Jemaja, Edison, S.Pd., bertindak sebagai inspektur upacara kala itu. Dengan suara mantap, ia mengajak seluruh peserta upacara mengenang jasa pahlawan sekaligus memperkuat semangat membangun daerah. Seusai upacara, Edison menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, pengibaran bendera merah putih berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat,” ucapnya lega.
Tampak kehadiran sebagai undangan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Fidiansyah dan sejumlah undangan dari berbagai unsur pejabat Kecamatan Jemaja.

Perhatian terpusat pada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMAN 1 Jemaja yang tampil disiplin dan memukau. Mereka dibina oleh Serda R.A. Binran Bol Hutabarat (Koramil 04 Jemaja), Briptu Rian Syahrizal (Polsek Jemaja), dan Serda Santos Fka Prasetiyo (Lanal Tarempa Posal Jemaja), dengan komando lapangan Sertu Suryadi dari Koramil 04 Letung.
Formasi inti dipimpin Rendi Fama lahir di Pulau Panjang, 11 Juni 2009), putra Zulkarnain dan Mahidam, sebagai komandan pasukan. Revi Zuliyani lahir di Palembang, 29 Januari 2009, putri Zulfikar dan Dewi Suryani, melangkah mantap membawa baki bendera. Sakila Ulta Junia lahir di Padang Melang, 23 Juni 2009, putri Joni Asri dan Halima Tu Sadiah, menjadi pengibar bendera dengan gerakan presisi, didampingi Rikiandi lahir di Letung, 9 September 2008 dan Akbar Juha kelahiran Telaga, 21 Juni 2009 di sisi kanan dan kiri. Kesigapan mereka membuat detik-detik pengibaran bendera berjalan sempurna dan mengundang tepuk tangan panjang dari para tamu undangan.

Selain upacara, perayaan HUT RI di Jemaja semakin semarak dengan berbagai perlombaan rakyat—dari lari karung hingga permainan tradisional—yang menghadirkan tawa anak-anak dan orang tua. Seluruh hadiah lomba berasal dari sumbangan sukarela para donatur, bukti nyata solidaritas masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT RI di Jemaja berlangsung meriah sekaligus bermanfaat,” tutur Edison.
Mengapa upacara tahun ini terasa istimewa?
Meski amanat upacara tidak dibacakan sesuai arahan pemerintah daerah, kesakralan acara tetap terjaga berkat penampilan gemilang Paskibra. Tema nasional “Indonesia Emas 2045, Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” semakin memperkuat semangat gotong royong dan persatuan masyarakat Jemaja.
Suasana penuh khidmat, disiplin tinggi para pasukan, dan semangat kebersamaan warga menjadikan peringatan HUT RI ke-80 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat persatuan dan meneguhkan tekad membangun Indonesia yang lebih maju*(Heri).





Komentar