www.ranaipos.com _ Natuna :Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV UPT Kementerian Kebudayaan menggelar Workshop Lokakarya pelestarian kebudayaan tradisional Natuna terdiri dari Lang Lang Buana, Tari Topeng dan Mendu, bertempat di Museum Natuna, (10/08).
Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai dari 10-12 Agustus 2025 itu di ikuti oleh peserta dari beberapa kalangan mulai dari pelajar, beberapa komunitas dan dinas terkait. Selanjutnya kegiatan juga akan di lanjutkan di Desa Pulau Tiga dalam agenda Kenduri Pulau Tiga berlangsung pada 12-15 Agustus 2025.
Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV yang di wakili Staf perencanaan Ardiansyah, dalam sambutannya mengatakan terlaksananya kegiatan ini guna menjaga dan melestarikan kebudayaan tradisional Natuna.
“Lang Lang Buana, Tari Tupeng dan Mendu sudah termasuk dalam warisan budaya Indonesia, dan BPK Wilayah IV berupaya untuk melestarikan kesenian ini dan memperkenalkannya kepada generasi muda. Workshop ini akan diikuti dengan pertunjukan di Pulau Tiga selama tiga hari, dengan harapan kesenian ini dapat lestari dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya Ardiansyah mengungkapkan, Desa Pulau Tiga dipilih sebagai lokasi kegiatan berikutnya karena memiliki beberapa kesenian tradisional yang unik, seperti tari zapin dan gondang silat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan kebudayaan tradisional.
Ardiansyah menyebut, saat ini BPK Wilayah IV memiliki fokus pada perlindungan warisan budaya, baik yang berbentuk fisik maupun non fisik. Melalui kegiatan ini BPK berupaya untuk melestarikan warisan budaya di Natuna dan memperkenalkannya kepada generasi muda.
Hasil workshop ini akan ditampilkan di Pulau Tiga selama tiga hari, dengan harapan kesenian ini dapat lestari dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadikan Pulau Tiga sebagai desa budaya di masa depan.
Dengan upaya pelestarian ini, kita dapat membantu melestarikan kesenian tradisional yang hampir punah dan memperkenalkannya kepada generasi muda, sehingga warisan budaya tak benda Indonesia dapat terus lestari dan berkembang. (Rid)





Komentar