www.ranaipos.com – Tanjungpinang : Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan, Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang secara rutin melakukan panen hasil pertanian yang dikelola oleh para warga binaan. Kegiatan ini melibatkan pengelolaan lahan untuk menanam berbagai jenis tanaman perkebunan seperti tomat, sayuran, hingga budidaya perikanan.
Kepala Rutan Tanjungpinang, Yan Patmos, menjelaskan bahwa panen sayuran telah dilakukan sebanyak empat kali dan hasilnya digunakan untuk konsumsi warga binaan serta dijual kepada keluarga warga binaan yang berkunjung.
“Karena hasil panennya terbatas, di bawah 100 kilogram, maka kami konsumsi sendiri dan sisanya dijual kepada pegawai hingga habis. Ini sangat mendukung ketahanan pangan di Rutan,” ujar Yan, Rabu (22/1/2025).
Lahan seluas 500 meter persegi hingga 1,5 hektare yang mencakup area gedung dan bangunan dimanfaatkan secara optimal. Jenis tanaman yang dikelola meliputi sawi, kangkung, tomat, cabai, dan sawi pak coy. Seluruh kegiatan pertanian dilakukan oleh warga binaan yang memiliki keahlian di bidang tersebut, dengan pengawasan petugas dan dukungan bibit dari Dinas Pertanian Tanjungpinang.
“Kami merekrut warga binaan yang memiliki keterampilan untuk mengelola pertanian ini. Mereka juga mendapatkan pelatihan dari petugas, sehingga hasilnya maksimal,” tambah Yan.
Selain pertanian, Rutan Tanjungpinang juga membudidayakan ikan nila dan ikan gurame. Panen ikan dilakukan setiap empat minggu sekali dengan bibit sebanyak 1.500 hingga 2.000 ekor.
“Sejauh ini, panen ikan sudah dilakukan empat kali dalam satu bulan. Hasilnya sangat membantu memenuhi kebutuhan di Rutan,” jelasnya.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Rutan Tanjungpinang dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan.*(dv)





Komentar