www.ranaipos.com – Anambas : Isak tangis haru mewarnai acara perpisahan Kepala Sekolah SDN 009 Landak, Kecamatan Jemaja, Jumat (26/9/2025). Suasana sederhana yang diawali doa selamat berubah penuh kehangatan saat para guru dan murid melepas sosok teladan mereka, Hardiati, S.Pd.SD.
Setelah 39 tahun 1 bulan mengabdi di dunia pendidikan, Hardiati resmi menutup masa baktinya. Sejak diangkat menjadi PNS tahun 1986, ia menapaki jalan panjang sebagai pendidik, mulai dari sekolah terpencil hingga akhirnya dipercaya memimpin sebagai kepala sekolah.
Perjalanan kariernya dimulai di SD 006 Ulu Maras sebagai guru kelas jauh selama dua tahun, kemudian berlanjut di SDN 001 Letung selama 24 tahun hingga 2012. Selanjutnya, ia mengajar di SDN 005 (kini SDN 004 Letung) selama lima tahun, sebelum mengemban amanah sebagai Kepala SDN 009 Landak selama delapan tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Hardiati tak kuasa menahan air mata.
“Selama menjadi guru, banyak pengalaman yang saya lalui. Semua ini adalah cerita yang akan selalu saya kenang. Saya berterima kasih kepada guru-guru dan anak-anak murid. Sekolah ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya,” ucapnya dengan suara bergetar.
Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama masa jabatannya.
“Jika ada salah kata dan perbuatan, dengan tulus saya memohon maaf, terutama kepada bapak dan ibu guru,” tambahnya.
Dari Hardiati menambahkan, “Alhamdulillah, tidak ada kata yang dapat Ibu ucapkan selain ucapan terima kasih. Rasa sedih serasa terobati melihat kekompakan serta antusias kawan-kawan. Semoga pengorbanan bapak dan ibu atas tenaga, ide, serta sumbangsih hanya Allah yang dapat membalas semuanya. Harapan Ibu, kekompakan ini terjalin terus demi kemajuan SDN 009 Landak.,” tuturnya penuh haru.
Momen perpisahan semakin emosional dengan pelukan dan ucapan terima kasih dari para guru. Tak sedikit dari mereka meneteskan air mata, berat melepas kepala sekolah yang penuh dedikasi tersebut.
Salah satu guru, Eni Kayani, S.Pd., mengaku sangat kehilangan.
“Saya sangat kehilangan sosok kepala sekolah Hardiati yang kami cintai. Banyak pengalaman dan ilmu beliau berikan kepada kami guru-guru baru. Selama 39 tahun mengabdi, tentu sudah banyak murid beliau yang kini sukses. Itu bukti nyata perjuangan seorang guru,” ungkap Eni yang akrab disapa Eka.
Ia menambahkan, ilmu dan pengalaman dari Hardiati akan menjadi bekal berharga bagi para guru.
“Hari ini bukan hari terakhir kita berjumpa, kami akan selalu menjadi keluarga besar. Semoga ibu selalu diberikan kesehatan,” tuturnya.
Acara purna bakti tersebut turut dihadiri Pengawas Sekolah TK/SD/SMP Suhartes, Kepala Korwil Disdikpora Anambas Azwarman, S.Pd., Kepala Seksi Disdikpora Safaruddin, Kepala Desa Landak Amirullah, Ketua Komite Sekolah Norhayati, serta tokoh masyarakat M. Daud, yang ikut menyaksikan momen mengharukan itu.*(heri)





Komentar