Karimun _ www.ranaipos.com : Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Karimun, Iskandarsyah dan Rocky Marciano Bawole, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Genap 100 hari masa kepemimpinan mereka sebagai pemimpin daerah berjuluk “Negeri Berazam”, sorotan mulai muncul dari kalangan masyarakat, terutama mahasiswa.
Saat kampanye Pilkada 2024, pasangan Iskandar-Rocky menggugah harapan rakyat dengan jargon “perubahan”, dan mengusung 13 program unggulan sebagai janji kampanye mereka. Program-program tersebut mencakup peningkatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, peningkatan infrastruktur, serta perbaikan layanan publik.
Namun, setelah 100 hari menjabat, sejumlah pihak mulai meragukan komitmen pasangan ini dalam merealisasikan janji-janji tersebut. Salah satunya datang dari Raja Pradigjaya, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) SUSKA Riau asal Karimun.
“Kami, mahasiswa asal Karimun, mulai mempertanyakan apakah pemerintah daerah benar-benar berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat atau hanya sekadar menjual janji kampanye,” ujar Raja pada Sabtu, 30 Mei 2025.
Raja menilai, dari 13 program prioritas yang digembar-gemborkan saat kampanye, belum ada satu pun yang menunjukkan capaian signifikan. Bahkan, isu-isu mendesak seperti pengelolaan sampah justru terabaikan.
“Salah satu kegagalan yang tampak jelas adalah persoalan sampah, yang sejak awal dijanjikan akan diselesaikan dalam 100 hari kerja. Kini, janji itu seperti hilang ditelan waktu,” ujarnya.
TPA Sememal disebut sebagai contoh nyata dari buruknya manajemen pengelolaan sampah daerah. Alat-alat yang rusak dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan, memunculkan kekhawatiran masyarakat atas dampak lingkungan yang lebih luas.
Lebih lanjut, Raja juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran serta proses pengambilan kebijakan. Ia menyerukan agar pemerintah daerah lebih terbuka dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam merumuskan arah pembangunan.
“Pemerintah daerah perlu bekerja lebih keras dan efektif. Partisipasi masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan perubahan nyata. Tanpa itu, semua janji hanya akan menjadi slogan kosong,” tegasnya.
Raja menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintahan Iskandar-Rocky dapat memperbaiki kinerja dan memenuhi ekspektasi rakyat.
“Masa depan Karimun bergantung pada kemampuan pemimpinnya untuk menepati janji dan membawa kemajuan nyata. Apakah Karimun akan menjadi panutan pembangunan atau terjebak dalam stagnasi? Waktu yang akan menjawab,” pungkasnya.*(ronal)





Komentar